Senin, 24 Desember 2018

Master Z : The Ip Man Legacy

Cheung Tin-Chi atau Zhang Jin memilih hidup sederhana dan membuka warung untuk kebutuhan hidupnya berdua dengan sang anak setelah memutuskan berhenti menjadi petarung bayaran dan meninggalkan dunia Wing Chun.

Zhang Jin berusaha menghindari setiap kemungkinan yang memaksanya buat bertarung. Sayangnya banyak kejadian yang membuatnya harus bertarung, bahkan membuatnya harus menghadapi bandar narkotika yang telah membakar rumah yang sekaligus tempat usahanya. Membuat Zhang Jin dan putranya terpaksa menumpang di sebuah bar.

Master Z : The Ip Man Legacy yang merupakan skuel film Ip Man sebelumnya yang berbeda dari serial-serial pendahulunya adalah, tokoh sentral. Kalau di Ip Man sebelumnya guru Ip yang menjadi sorotan, di film ini yang jadi sorotan adalah sosok Cheung Tin Chin atau Max Zhang, guru wing chun yang menjadi lawan guru Ip pada “Ip Man 3.”

Kehadiran Nyonya Kwan yang diperankan oleh Michelle Yeoh membuat film garapan sutradara Raymond Wong dan Donnie Yen ini menjadi lebih menarik, walau pun tanpa kehadiran Donnie Yen. Master Z : Ip Man Legacy tetap menarik dari semua sisi yang harus dimiliki sebuah film drama aksi. Dari mulai Max Zhang yang berhasil menghidupkan karakter Cheung lengkap dengan mempraktekkan jurus-jurus Wing chun saat menghadapi lawan-lawannya, porsi drama dan aksi yang pas, hingga kreografi yang apik membuat film ini nyaman banget ditonton dan rasanya sayang ketinggalan satu scene pun dari film ini.

Directed by                 Yuen Woo-ping
Prouced by                  Raymond Wong
                                    Donnie Yen
Written by                   Edmond Wong
Cast                         Max Zhang, Dave Bautista, Liu Yan, Michelle Yeoh, Tony Jaa, Kevin Cheng, Chrissie Chau, Patrick Tam, Brian Thomas Burrell
 


Selasa, 18 Desember 2018

Bumblebee - Review

  

Paramount Pictures 21 Desember merilis film franchise yang di sutradari oleh Travis Knight, Bumblebee. Yang merupak skuel dari transformer, Transformer Universe. Bumblebee merupakan film fiksi ilmiah yang skenarionya di tulis oleh Christina Hodson, merupakan spin-off dalam serial film live-action, Transformer.


Bercerita tentang sebuah robot yang lari keluar dari planetnya yang dilanda perang, dan terdampar di tempat pembuangan sampah di dunia, di adobsi oleh seorang pengumpul barang rongsokan, dan kemudia bersahabat dengan Charlie Watson (Hailee Steinfeld).

Charlie Watson gadis remaja yang sedang mencari jati dirinya, dan mengalami konflik dengan orang tuanya. Kehadiran Bumblebee pada akhirnya merubah kehidupan dan hubungan Charlie dengan orang tuannya.

Charlie menemukan Bumblebee dalam bentuk mobil VW yang tidak terurus. Charlie memperbaikinya dan membuat Bumblebee bisa hidup lagi. Petualang Charlie dan Bumblebee dimulai saat dua robot asal planet Bumblebee mencari Bumblebee sebagai penjahat perang yang kabur ke Bumi.

Film seru yang dari awal sudah menyajikan scene-scene seru penuh aksi dari para robot yang berperang dengan special efek yang cukup keren tanpa mengurangi sisi humanitynya. Bahkan robot pun mampu memiliki perasaan seperti manusia.

Jadi, boleh nih nonton bareng Bumblebee.

Directed byTravis Knight
Produced by
Written byChristina Hodson
Based onTransformers
by Hasbro
Starring
Music byDario Marianelli
CinematographyEnrique Chediak
Edited byPaul Rubell
Production
company
Distributed byParamount Pictures

Sabtu, 15 Desember 2018

Masak Simple, Cepat dan Enak Bareng MamaSuka


Rangkaian Produk MAMASUKA. (photo by Mamasuka)
Aku wanita yang sehari-harinya bekerja diluar rumah. Sehari aku ada dirumah paling 6-8 jam, sisanya kerja di luar rumah.
Dengan pekerjaan sebagai karyawan swasta, bloger dan jurnalis membuat aku nyaris ga punya waktu untuk masak. Bersyukur tinggal sama mama, sesekali mama suka masakin, bahkan buat aku sangu ke kantor. Jadi kebayang lah repotnya mama kalo dah masak. Karena mama itu suka yang masih tradisional.
Pulang kerja, biasanya malam sampai rumah, ternyata paket dari MAMASUKA Tepung sudah datang, serius, aku nungguin sebenarnya dengan segala penasaran. Paket MAMASUKA BUMBU KHAS INDONESIA, bumbu masak instant yang terdiri dari Bumbu Ayam goreng, Bumbu Tepung Pedas krispi, Bumbu Opor, Bumbu Nasi Goreng dan Bumbu Bakwan Krispi. Kalo ga ingat dah malam, yakin, aku langsung nyobain. Penasaran sama Bumbu Mama Suka, terutama buat bumbu Ayam Tepungnya. Karena aku belum pernya berhasil bikin ayam goreng tepung dengan enak dan bener.
So, aku baru bisa nyoba bumbu dari MAMASUKA saat week end. Dan aku ga sabar menunggu weekend.
campurkan tepung Bakwan Krispi dengan sayuranJadi, yang aku coba pertama adalah Bumbu Bakwan. Sumpah, ini beneran sangat praktis. Biasanya bikin bakwan harus kupas bawang, lalu digiling. Pake bumbu bakwan MAMASUKA sangat simple, ga pake ngupas dan giling-menggiling bumbu.
Bakwan ala Bumbu Bakwan Krispi Mamasuka
Aku tinggal bersihin toge, bersihin kol dan wortel. Lalu aku iris-iris nyamain bentuk togenya. Lalu aku tuang bumbu Bakwan MAMASUKA, lalu aku kasih air sedikit demi sedikit sampai kekentalan yang aku inginkan. Karena aku sama mama berbeda selera, jadi satu bagian aku bikin agak encer agar hasilnya lebih krispi buat mama dan buat aku lebih kental, jadi agak lebih basa atasnya. Hasil akhirnya? Mantap! Sesuai ekspektasi. Dan yang terpenting, bumbunya nyerep. Trus, aku minta mama nyobain, kata mama “enak nih, pake bumbu apaan?” Terus aku jawab, “yang paket MAMASUKA itu loh, Mam.” Intinya, sukses sarapan bakwan ala MAMASUKA.

Jadi lebih penasaran nih ceritanya, siang aku nyobain bikin Bumbu Tepung Pedas Kispinya. Aku belum pernah sukses loh bikin ayam goreng krispi MAMASUKA. Pasti ga bisa kispi deh jadinya. So, aku pun mulai bikin dengan mengikuti instruksi yang terteras di bungkusnya.
Cuci bersih ayam yang mau di gunakan, tiriskan. Kemudian aku nyiapkan air dengan larutan sebagian bumbu Tepung Pedas krispi MAMASUKA. Trus, aku cemplungi potongan ayam sebentar. Kemudian ayam yang sudah dicemplungi ke adonan rendaman, kemudian di lumuri sisa tepung yang kering. Aku lakukan ini ulang dua kali. Kemudan aku goreng deh dengan minyak panas dana api kecil, dan sejarah terjadi dong. Kali ini aku terbilang sukses membuat Ayam Goreng Crispy. Daging ayamnya masih Juicy, Bumbunya meresap dengan sempurna, sehingga memberi rasa pada daging ayamnya, padahal merendamnya ga lama loh. Dan terakhir adalah crispy di luar dan lembut di dalam.
Nasi Goreng ala MamaSuka dengan Ayam Goreng MamaSuka

Lalu, dengan alasan ngabisin sisa ayam dan buat persedian bakal bekal makan siang di kantor, aku ungkep ayam dengan bumbu Ayam Goreng. Sekali lagi, praktis dan gampang banget masak. Asli, aku jadi sempat buat masak-masak loh. Sisa ayam yang sudah aku ungkep, aku simpan buat sewaktu-waktu mau dimakan.
Jadi aku mau kasih tau aja nih, selain praktis dan ekonomis banget, masak dengan MAMASUKA bisa yakin masakan lebih enak. Masak pagi buat bekal yakin, sempat lah.
Bumbu opor ayamnya di coba Mama, tapi bukan ayam yang dipake, tapi tahu dan kentang. Rasanya pun oke banget. Kata mama, “Rasa vetsinnya ga terasa, jadi enak di lidah.” Mungkin pas kali ya. MAMASUKA BUMBU KHAS INDONESIA






Selasa, 11 Desember 2018

Alita Battle Angel - Review





Alita Battle Angel film animasi bergenre action romantic yang di adabtasi di manga karya Yukito Kishiro. Diproduksi oleh James Cameron dan Jon Landau, film yang di sutradarai oleh Robert Rodriguez dan scenario dikerjakan oleh Cameron.

Robert Rodriguez sutradara yang sukses mengemas dengan apik film box office seperti Avatar, Spy Kids, Titanic dan Desperado ini, sepertinya mengemas dan memberikan kemasan luar biasa apik untuk Film Alita Battle Angel.


Butuh waktu bertahun-tahun untuk mewujudkan Alita Battle Angel dari sebuah cerita manga menjadi sebuah film. Itu karena kendala teknologi yang pada saat cerita Alita di bangun, teknologi yang dipakai untuk memproduksi film belum mampu memberi kesempurnaan yang diinginkan, baik penulis mau pun sutradara, untuk mewujudkan film ini.

Alita Battle Angel menceritakan seorang gadis dengan tubuh setengah robot yang sebenarnya bukan mahluk dari bumi. Terdampar di bumi dengan kekuatan yang kemampuan bela diri dan kekuatan yang super. Alita berdiam di kota bernama Iron City.

Dengan semua detail dan kerja rumit untuk mewujudkan film ini, mungkinkah Alita Battle Angel mampu menyamain film-film box office yang pernah di ciptakan Robert Rodriguez? 



Directed by
Produced by
Screenplay by
Based on
Starring
Music by
Cinematography
Edited by
Production
company

Minggu, 09 Desember 2018

Review - Mortal Engine


MORTAL ENGINE
 
Mortal Engine, film dengan atmosfir ambisi menguasai dan dendam dengan setting dunia 100 tahun yang akan datang. Dimana, pada saat itu benda-benda canggih temuan abad ini terlihat sebagai barang antik atau rongsokan.

Di gambarkan, masa itu London merupakan sebuah kota yang bergerak dibawah kepemimpinan seseorang yang sangat ambisius untuk menguasai seluruh bumi, Thaddeus Valentine. Membunuh kekasihnya di depan anak perempuan sang kekasih, menipu anaknya, Katherine Valentine dan kemudian mencuri benda purba dari seorang ahli sejarah bernama Tom. Benda bersejarah yang dicuri adalah pemicu tenaga nuklir dengan kunci kendali dimiliki oleh Hester Shaw, anak kekasih Thaddeus.

Hester Shaw, setelah kematian ibunya di rawat oleh sebuah robot yang menemukan Hester nyaris mati, menghunuskan pisaunya, siap membunuh Thaddeus. Tom menghalangi aksi Hester tersebut. Sementara Thaddeus dengan informasi dari seseorang yang menguping pembicaran Tom dan Katherine, Magnus Crome, berhasil menemukan rangkaian sejata nuklir yang disembunyikan Tom di museum. Dan Thaddeus siap menyerang China dengan senjata itu.


Film yang diangkat dari novel karya Philip Reeve dengan judul yang sama ini walau dibuka dengan adegan prolog lumayan membingungkan. Visualisasi kehidupan akan datang, 100 tahun kedepan, tidak terasa sama sekali. Bahkan terkesan kumuh dengan penampakan alat dan tempat tinggal berjalan. Kesannya seperti nonton film animasi Dragon Ball, ga tau alat masa kini yang nyasar di masa depan atau justru masa kini adalah jaman purba. Dengan ending yang pastinya bisa tertebak.

Seharusnya untuk memperkuat kesan masa akan datang, harusnya ada senjata atau peralatan yang lebih terlihat canggih yang mendampingi senjata nuklir yang di temukan Tom dan dimanfaatkan oleh Thaddues. Begitu juga dengan alat transportasi yang di gunakan, perumahan dan kehidupan masyarakatnya.

Apa lagi perwujudan markas Anna Fang dan teman-temannya, tidak terkesan kokoh sama sekali. Dan bener sekali hancur berkeping saat di serang oleh robot yang membesarkan Hester, Shrike.
Kalau buat hiburan, lumayan lah film ini.
Rating : 5/10
Directed byChristian Rivers
Produced by
Screenplay by
Based onMortal Engines
by Philip Reeve
Starring
Music byJunkie XL[1]
CinematographySimon Raby
Edited byJonno Woodford-Robinson
Production
company