Minggu, 30 September 2018

FILM SMALLFOOT - review

Image result for small foot
SINOPSIS
 
Migo salah satu dari kelompok Big Foot atau Yety yang mempercayai jauh dari dunia mereka yang diatas gunung tertinggi dan diselimuti salju sejati, ada mahluk kecil dengan kaki kecil yang hidup dan memenuhi alam. Bersama club yang dibentuk putri kepala suku Big Foot, Meechee, Migo mencari tahu lebih banyak tentang keberadaan Small Foot yang begitu membuat penasaran.

Image result for small footDari "markas" terselubungnya, Meechee, dibantu Gwangi dan Kolka mengajak Migo untuk bergabung. Meechee mengetahui Migo pernah bertemu Small Foot. Dengan memperlihatkan kemungkinan tempat tinggal para Small Foot (manusia) berada jauh sekali dibawah gunung es tempat para Yety tinggal. 

Migo menjadi Yeti yang diturunkan dari ketinggian untuk mencari kebenaran dan keberadaan manusia. Melalui begitu banyak lapisan awan, Migo sampai ke pemukimana manusia. Dan migo terpesona melihat panorama alam dibawah gunung.  

Ada suatu peristiwa di zaman dulu yang membuat para tetua Yeti menyembunyikan keberadaan manusia yang hidup di bawah gunung es mereka.

Setelah melalui berbagai masalah, akhrinya Migo dan Percy, manusia atau small foot pertama yang ditemuinya, akhirnya bisa bersahabat.


SMALL FOOT

Kalau biasanya kita nonton film tentang Yety, pasti Yety-nya lah yang jadi bahan penelitian dan buruan. Cerita yang dibalik dan penuh dengan unsur komedi. Ditambah lagu-lagu bagus menghiasi beberapa bagian film, membuat film ini beneran menghibur.

Related image
Lucu. Karena mereka heran dan bingung dengan apa yang digunakan manusia. Dan betapa kecilnya sepatu dan jaket yang digunakan manusia. Sementara, sebagai manusia, apa yang mereka bingungkan itu adalah hal biasa bagi kita, manusia.
Menarik. Film ini memberikan ruang dialog yang seru. Ketika penonton diajak menjadi bagian dari Yety, para Yety terdengar menggunakan bahasa manusia, dalam hal ini inggris. Dan penonton tidak mengerti bahasa manusia, karena Yety memang tidak mengerti bahasa manusia.

Begitu juga sebaliknya. Ketika penonton diajak menjadi bagian dari manusia, yang diwakili oleh tokoh Percy, penonton tidak mengerti bahasa Yety, kedengarannya sebagai geraman, yang justru memberi kesan seram.


YANG MENARIK

Banyak sekali hal menarik dari film Small Foot ini. Jadi tidak hanya lucu, tapi juga menarik. Dari mulai lagu-lagu bagus yang dijadikan bagain dari scene, potret kehidupan kelompok Yety yang terkesan zaman dulu banget. Dan potret desa dibawah kaki gunung tempat tinggal para Yety, yang kekinian dan menarik dengan lampu-lampunya. Pastinya dengan ide cerita yang juga menarik dan kekinian.
Ada pesan moral yang cukup banyak dititipkan pada film ini. Tentang perbedaan tapi bisa saling menyayangi dan menghargai. Tidak mengerti bahasa, bukan berarti bermusuhan. Tidak baiknya menyimpan kebencian, dan keingin tahuan yang positif membuat kita membuka wawasan, hingga tidak tertinggal dalam hal apa pun.

Ada sedikit adegan aksi yang menjelang akhir film ini. Kejar-kejaran hingga aksi penyelamatan keberadaan Yety yang dilakukan Percy dengan mengorbankan dirinya sendiri. (ahn)






Directed                  : Karey Kirkpatrick

Produced                 : Bonne Radford, Gleen Ficarra, John Requa

Screen Play             : Karey Kirkpatrick, Clare Sera

Story                        : John Requa, Glenn Ficarra, Karey Kirkpatrick

Music                       : Heitor Perira

Edited                       : Peter Ettinger 

Staring                      :

Image result for small foot




Smallfoot Movie Poster



Minggu, 23 September 2018

SOMETHING IN BETWEEN

Related image 
SINOPSIS
 
Abimayu (Jefri Nichol) dihantuin oleh mimpi yang sama bertahun-tahun. Mimpi tentang sepasang anak muda dengan penggalan kata seperti janji bersama. Tidak hanya Abi yang menjadi terganggu oleh mimpinya, tapi juga kedua orang Abi ikut gelisah dengan apa yang dialami anaknya. Abimayu yang tinggal di Inggris memutuskan untuk pulang ke Indonesia untuk mencari tahu tentang mimpinya ini. 
 
Image result for something in betweenDalam pencariannya di Jakarta, Abi menemukan banyak sekali kenyataan yang mengejutkan tentang sosok sepasang anak muda yang menjelma dimipinya selama ini. Dan yang pasti, Abi merasakan cinta pada orang yang sama sekali belum pernah dia kenal sebelumnya, bahkan ketemu juga belum. 
 
Laras (Amanda Rawles) namanya, dan dia mengalami mimpi seperti mimpinya Abi. Dan takdir mempertemukan Laras dan Abi untuk mencari tahu arti mimpi mereka.
 
Tidak gampang memang memenangkan sebuah hati yang sama sekali belum bertemu. Meskipun sering sekali bertemu dalam mimpi ditiap malam yang beraroma gelisah.
 
 
Apakah Laras dan Abi akan terus bersama, seperti harapan Abimayu. Dan seperti mereka yang berada dimimpi Laras dan Abimayu? Siapa mereka yang mengikat janji di mimpi Laras dan Abi?
 
"Kita akan selalu bersama, salamanya. Bahkan maut pun tak bisa memisahkan kita." Kalimat janji ini membuat Abi melangkahkan kakinya memasuki gerbang SMU Kebangsaan.
 
 
Image result for something in between

SOMETHING IN BETWEEN

Cerita dibuka dengan Abi yang terganggu dengan dialog dan tokoh yang bermain dimimpinya. Kemudian menjelajah dimensi untuk mencari jawaban dari teka teki.

Abi dan Laras bisa saja menjadi karakter yang kuat. Menanti chamestry yang bagus dari Jefri Nichol dan Amanda Rawles sepanjang film, yang terasa putus sambung. Sayang sekali sebenarnya. Karena, pada akhirnya film ini mengandalkan kekuatan pada isi cerita dan plot. Cerita yang menarik.

Mungkin karena memang tidak mudah memang bermain manjadi dua karakter berbeda di satu film. Dua karakter dan dua chemistry yang harus dibangun, sebagai Abi - Laras dan Gema - Maya. Ada dua masa yang ingin ditampilkan dalam film ini.



YANG KHILAF

Seperti yang sudah di ulas diatas tadi, Cerita yang menarik dan dua masa yang berbeda yang dijadikan latar belakang kehidupan Abi-Laras dan Gema-Maya. Sayangnya transisi antara masa kini dan masa lampau tidak terlihat, sehingga sempat bingung dengan maksud dari gambar.
Image result for something in betweenGema-Maya adalah sejoli yang gambarkan hidup di tahun 2000 awal. Sangat mengagetkan ketika ada istilah, dalam percakapan sehari-hari saat ini, dimunculkan pada dialog Gema-Maya yang pada masanya tidak ada istilah itu. 
Benar saja membuat fans Jefri Nichole tertawa senang mendengarnya, tapi tidak singkron saja.

Pendalaman karakter yang, mungkin, kurang masa readingnya. Membuat greget film ini kurang. Terutama pada tokoh Gema, padahal dia lah tokoh sentralnya. Tidak jauh beda dengan Jefri Nichole, begitu juga dengan Amanda Rawles sebagai Maya. Banyak sekali ekspresi yang lepas, sekedar bicara.

Hal yang sangat mengganggu di film ini, visual saat arwah dicabut dan berpindah tubuh. Mungkin ini seharusnya tidak perlu ditampilkan. Atau bikin genre horor sekalian. Tata cahaya yang luput dari perhatian, sehingga di beberapa scene jadi jumping dan mengganggu. Serta ending film ini yang sangat tidak enak. Maksa.

Tidak ada larangan membuat film dengan Hanging Ending. Tapi bukan berarti dengan ending menggantung terkesan tanpa klu yang membuat penonton tidak bisa berkreasi untuk endingnya. Membuat akhir film ini jadi hambar dan jadi tidak jelas. Akhirnya film ini terkesan dibuat secara terburu-buru. Atau mungkin bermaksud bikin lanjutan film ini?(ahn)

 

Produksi                             : Screenplay Films & Legency Pictures
Produser                             : Sukhdev Singh, Wicky V. Olindo
Sutradara                            : Asep Kusdinar
Executive Producer            : Robert Ronny
Story & Script Supervisor  : Sukhdev Singh
Writer                                 : Titien Wattimena, Novia Faizal
Pemain                                : Jefri Nichole, Amanda Rawles, Naufal Samudra, Junior Liem, Rastanty, 
                                             Slamet Rahardi, Surya Saputra, Amara, Rizky Hanggono, Djenag Maesa ayu, 
                                             Yayu Unru, Dolly Martin, Denira Wiraguna, Shirly Margaretha, Chris Salam
                                              dan Yuniza Icha   

Kamis, 20 September 2018

Johnny English Strikes Again




Image result for jhonny english


SINOPSIS


Sistem digital yang mengendalikan banyak hal di Inggris tiba-tiba bekerja tidak  bekerja sebagaimana mestinya, sehingga menimbulkan banyak masalah dan bencana. 

Macet yang disebabkan lampu pengatur jalan yang tiba-tiba mati, sinyal pengatur lalu lintas penerbangan pun terkena serangan cyber. Hal ini membuat perdana menteri Inggris (Emma Thompson) benar-benar tertekan.


Perdana Menteri mengumpulkan empat orang Agent tua untuk menyelidiki pelaku hecker, salah satunya Jhonny English yang di awal cerita merupakan guru dari suatu sekolah yang diam-diam mengajarkan muridnya trik-trik menjadi agen rahasia.

Dalam pertemuan itu, tiga agen didapati tidak sadarkan diri karena ulah ceroboh Jhonny English. Sehingga Perdana Menteri tidak memiliki pilihan lain selain Jhonny English untuk melakukan penyelidikan. Memilih Bough (Ben Miller) sebagai patnernya, Jhonny English memulai penyelidikan yang berlangsung sangat konyol. 


STRIKES AGAIN



  
Film ini menampilkan "peperangan" antara kecanggihan teknologi data masa kini, sebagai antagonis, berhadapan dengan teknologi lama sebagai protagonisnya. Jhonny English Strikes Again bercerita tentang kecanggihan teknologi data yang mengendalikan hampir semua aspek
kehidupan manusia, terutama di negara-negara barat. Dalam hal ini negara-negara G12.


Bagaimana teknologi berbasis data yang sedemikian canggihnya kalah dengan teknologi yang begitu sederhana, kegugupan seorang Jhonny English yang memiliki tekad luar biasa untuk menyelamatkan Inggris dan anggota negara G12 dari petaka yang ditimbulkan karena pembajakan perintah data.


Seperti film Rowan Atkinson yang lainnya, Rowan masih muncul dengan kekonyolan dan wajah tanpa dosanya. Menyelesaikan masalah dengan masalah yang dia timbulkan tanpa sengaja, seakan faktor luck  masih selalu berpihak.


Sangat disayangkan sebenarnya, seharusnya Rowan Atkinson berani bermain karakter diluar zona nyamannya. Yakin banget, banyak orang yang menantikan karakter lain dari seorang Rowan Atkinson. Dibuka dengan perannya sebagai seorang guru, sebenarnya sudah sangat bagus, namun
selebihnya film ini tidak jauh berbeda dengan serial TV Mr Bean.




YANG KHILAF





Sepertinya Film Jhonny English mengutamakan faktor lucu sebuah film, bagaimana membuat penonton tertawa dan faktor kekonyolan yang kemudian menjadi sebuah keberuntungan bagi tokoh utamanya. Karena dari sisi cerita, plot tidak ada yang menarik. Tidak sampai setengah film, cerita terbaca dengan gampang. Begitu juga dengan joke-joke yang dilemparkan, baik dari dialog maupun dalam bentuk action, bahasa tubuh, hampir semua bisa tertebak berakhir seperti apa.


Akhir film ini sekali lagi menegaskan, kalau kekuatan manusia tidak bisa di kalahkan. Walau pun dengan teknologi secanggih apa pun.


Lucu?
Pasti, sangat menghibur. Biar pun joke yang dapat ditebak, tapi bukan Rowan Atkinson kalau tidak bisa membuat adegan tragis jadi lucu dan menghibur. (ahn)



https://youtu.be/-Qv6p6pTz5I

Staring


ROWAN ATKINSON 

BEN MILLER 

OLGA KURYLENKO 

JAKE LACY 

EMMA THOMPSON


Produced by  

TIM BEVAN 

ERIC FELLNER
CHRIS CLARK



Screenplay by

WILLIAM DAVIES



Directed by
DAVID KERR



Rabu, 19 September 2018

SECRED RIANA


SINOPSIS

RIANA KECIL (9) adalah anak yang ceria namun pendiam yang tinggal disebuah kota kecil. Ia sering dibully teman-teman sekelasnya karena AYAHNYA (JANUAR) mengurus tempat persemayaman sedangkan IBUNYA (IRMA) adalah perias jenazah. Suatu hari rumah mereka terbakar, api membuat wajah ayahnya cacat, dan sejak itu  Riana takut api. Keluarga Riana pindah ke Jakarta dan tinggal di rumah PAMANNYA (JOHAN) yang eksentrik.

Tak lama, sang paman meninggal dalam kecelakaan di laut dan mewariskan rumah pada keluarga Riana. Saat sendirian, di gudang rumah itu Riana menemukan BONEKA yang memberi kilasan masa lalu seorang ANAK PEREMPUAN BELANDA 7 tahun yang kesepian semasa hidupnya, bahkan hingga akhir hayatnya. Riana memberinya nama RIANI. Keduanya berteman secara posesif. Riana mendapat kekuatan psikokinesis dari Boneka Riani.


9 TAHUN KEMUDIAN. Riana berusia 18 tahun. Ketika 2 minggu Riana tak masuk sekolah. BU KLARA (28) guru BP Riana,mengidentifikasi kalau Riana punya kecenderungan indigo. Bu Klara menyarankan agar Riana dikirim ke sebuah klinik rehabilitasi sekaligus untuk menjauhkan Boneka Riani. Orangtua Riana menyetujuinya. Rencana ini menimbulkan banyak kejadian misterius di rumah tempat Riana tinggal bersama orangtuanya.

Bu Klara bersama 3 ANAK EKS PASIEN yaitu LUSI 19, HENDRO 18, ANGGI 7 yang masing-masing memiliki background dan kemampuan unik sebagai anak indigo, diajak untuk membantu proses interaksi, mulai melakukan bimbingan dan aktivitas interaktif.

Indigonya Riana bukan satu-satunya masalah dalam cerita film ini, tapi juga gangguan mahluk gaib yang menghuni boneka Riani juga melakukan teror yang menyebabkan terlukanya beberapa orang. Bu Klara bersama anak-anak berhasil melepaskan Riana dari boneka dan terornya. 



SECRED RIANA

Nant Entertainment mempersembahkan sebuah film horror yang di sutradarai oleh billy Christian, yang di adaptasi dari back story “ The Scared Riana “ oleh Trilogy Magic Factory, berjudul “ The Sacred Riana “, dengan sub tema “ Beginning “.

Film “ The Sacred Riana “ di bintangi oleh Riana, Aura Kasih, Agatha Chelsea, Ciara Nadine Brosnan, Rean Firmansyah, Citra Prima, Prabu Revolusi dan bebrapa artis lain yang akan membuat film ini memiliki daya tarik yang tinggi.

Memperoleh prestasi membanggakan di Indonesia dan internasional setelah sebelumnya sukses menjadi salah satu juara di kompetisi magician di salah satu televise nasional, The Sacred Riana merambah ke kompetisi internasional, dimana hasilnya The Sacred Riana di nobatkan sebagai juara 1 di kompetisi Asia’s Got Talent 2017 yang di siarkan ke beberapa Negara asia oleh jaringan televisi AXN. Tidak  hanya itu, Tha Sacred Riana  pada tahun 2018 ini juga berhasil menjadi finalis di kompetisi America’s Got Talent 2018. 


Soundtrack
 
Film “ The Sacred Riana “ juga akan merilis original soundtrack ( OST ) berjudul “ Riana “ ciptaan Bemby Noor, yang di nyanyikan oleh Astrid. 
Muhammad hananto, selaku Eksekutif Produser dan Produser berharap film ini dapat di terima oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan internasional, sebagai besbuah karya film horror yang bias di nikmati, di banggakan, dan menghibur. (ahn) 



Starring                         : Riana, Aura Kasih, Agatha Chelsea, Citra Prima, Prabu Revolusi, Rean Firmansyah, 
                                     Ciara Nadine Brosnan, Brooklyn Alif, Carlos Pena, Jessiana

Executive Producer & Producer : Muhammad Hananto 
Co-Producer                 : Ninin Musa
 Associate Producer    : Eska Jabat Laksono, Muhammad Aditomo, Desy Cahyaningtyas, 
Writer                            : Andy Oesman, Billy Christian
Director of Photography : Asep Keyla




 

 

 

Minggu, 16 September 2018

ALPHA (FILM)

SINOPSIS

Bercerita tentang kehidupan di akhir zaman es di dataran Eropa. Seorang pemuda dipersiapkan menggantikan sang ayah sebagai pemimpin sukunya.

Dalam sebuah perburuan menjelang musim dingin yang di pimpin ayah sang pemuda sebagai kepala suku, sang pemuda jatuh ke jurang, tidak sadarkan diri. Susahnya lokasi tempat sang pemuda terjatuh di tambah tidak sadarkan dirinya, membuat ayah dan anggota suku menganggap sang pemuda sudah meninggal dunia. 

Di tinggal sendirian dengan kondisi terluka berat, Sang Pemuda berjuang mempertahankan hidup di belantara  yang teramat sulit. Belajar berburu dan melindungi diri dari pemangsa, ditambah musim dingin yang kemudian datang dengan badainya.



ALPHA
Alpha merupakan cerita asal mula manusia berteman dengan jenis serigala, yang kemudian kita kenal anjing saat ini. Perlakuan baik Si Pemuda membuat Alpha yang tadinya musuh, menjadi temannya berjuang kembali pulang, dan kemudian menjadi peliharaan di perkampungan sukunya.
Sebuah film yang sangat menarik. Biasanya kita hanya membaca di buku bagaimana cara bertahan hidup manusia purba dari ekstrimnya alam dan cuaca. Banyak nilai pengetahuan di film ini. Dari kehidupan manusia zaman dulu sampai arti seorang pemimpin, persahabatan, perjuangan hidup dan nilai sebuah keluarga.

YANG MENARIK 
Banyak hal menarik di film ini. Dari konstum yang sangat rinci, bahasa yang dari awal sampai akhir sangat kosisten, tanpa memasukkan unsur bahasa Inggris atau lainnya. Sering sekali film yang berlatar belakang kisah zaman dulu bahasa yang digunakan tetap bahasa Inggris. Ini karena agar lebih mudah buat dimengerti dan terjemahkan. 
Kemudian ada menentukan arah dengan petunjuk bentuk rasi bintang. Visual yang keren kehidupan diakhir zaman es. Langit malam yang masih bersih dari polusi, dan dahsyatnya badai salju.
Beberapa scene yang sangat berkesan, salah satunya scene Si Pemuda jatuh ke jurang. Itu bener-bener take shoot yang keren banget, selain detail kostum ada alat-alat yang digunakan juga dipikirkan dengan cermat oleh tim kreatif. Terbayangkan bagaimana para cast belajar menghidupkan api dari gesekan dua batang kayu.


YANG KHILAF
Ada satu hal menarik dan mencuri perhatian dari film ini, penggunaan kata "ayah" saat Si Pemuda memanggil ayahnya. Sementara, dari wikipedia kata "ayah" berasal dari bahasa Hindi "aya". Apakah ini bisa diartikan pada zaman itu benua Asia dan Eropa masih berupa sebuah daratan besar? 

Tidak ada prolog pada film ini. Sehingga penonton tidak tahu kejadiannya di dataran bumi sebelah mana cerita ini disetting. Hanya wajah dan make up para cast yang menyerupai masyarakat kutub zaman dulu.

Binatang-binatang yang menjadi bagian dari film ini. Karena menghadirkan bentuk-bentuk hewan di film ini menggunakan CGI, sebaiknya hewan sekelas mamoot pun di tampilkan. Begitu juga bentuk Hyena zaman 20ribu tahun yang lalu. Seharusnya bisa di adaptasi lebih mendekati dengan CGI.



Keinginan untuk tetap hidup membuat seseorang berani melakukan apa pun juga, walau pun tadinya dia tidak mau melakukannya, seperti berburu misalnya. Di hutan berantara hukumnya hanya satu, memburu atau di buru. (ahn)




Directed                       : Albert Hughes
Produced                     : Andrew Rona
Screenplay                   : Daniele Sebastian Wiedenhaupt
Story                            : Albert Hughes
Starring                        : Kodi Smit-McPhee
                                      Johannes Haukur
                                      Johannesson

Music                           : Joseph S. DeBeasi
Cinematography          : Martin Gschlacht
Edited                          : Sandra Granovsky
Production                   : Columbia Pictures
                                       Studio 8
                                       The Picture Company
Distributed                 : Sony Pictures Releasing