Selasa, 30 Juli 2019

PAUD Al-Hadi Dan Gerakan Nasional Membacakan Buku



Assalamu'alaikum. Wr. Wb

Readers,

Masih ingat ga, waktu kita kecil ada dongeng sering sekali diceritakan, baik oleh guru mau pun orang tua kita? Judulnya "Si Kancil." Dongeng sederhana yang memberikan pesan penting ke kita yang waktu itu masih kanak-kanak. Sampai ada lagunya loh ya.

Semakin populernya dongeng ini banyak sekali diantara kita sampai hafal, hingga saat ini suka ada plesetan dari cerita si Kancil yang nakal ini. Dan dibeberapa sekolah taman kanak-kanak suka di jadikan petunjukan kecil. Ada yang masih ingat ga?

Readers,

Kapan terakhir kali kita, yang saat ini telah menjadi orang tua, membacakan cerita atau mendongeng buat buah hati kita? Ya Alhamdulillah, kalau masih ada yang meluangkan waktu, paling tidak seminggu sekali mendongeng buat anak-anak tercinta. Karena mendongeng atau membacakan cerita itu memiliki banyak manfaat buat anak.

Kak Seto Mulyadi, pemerhati anak dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia selalu menyampaikan pentingnya membacakan cerita pada anak, "membacakan cerita pada itu penting, karena akan membangkitkan minat anak untuk membaca sejak dini. Cukup memprihatinkan ya, minat baca masyarakat Indonesia itu sangat rendah, padahal dengan membaca banyak sekali ilmu yang bisa di peroleh." Selain itu Kak Seto juga menyampaikan bahwa dengan membacakan cerita atau mendongeng untuk anak, akan membuat hubungan orang tua dan anak menjadi lebih dekat.

Melihat pentingnya kegiatan yang sebagian orang menganggap tidak ada gunanya ini, pemerintah melakukan Gerakan Nasional Membacakan Buku atau GERNAS BAKU. Melalui gerakan ini pemerintah berharap orangtua dapat lebih dekat dengan anak-anaknya dan kemudian berperan lebih banyak dalam perjalanan pendidikan sang anak.


Ikut serta aktif pada GERNAS BAKU, PAUD Al-Hadi yang berada di Taman Aries, Meruya, pada Sabtu, 27 Juli 2019 kemaren mewujudkannya dalam sebuah acara yang diberi judul "  GERNAS BAKU" PAUD Al-Hadi. Acara yang juga dihadiri dan dibuka oleh Lurah Meruya Utara, Bapak Zainudin dan juga dihadiri oleh Ketua RT 10, Bapak Sunar melibatkan murid beserta orang tuanya. Setelah itu, sejalan dengan yang disampaikan Kak Seto, Pimpinan PAUD Al-Hadi, Ibu Anifah Qowiyatun, S.Sos.I menyampaikan pentingnya membacakan buku buat anak. Kemudian panggung kecil yang sengaja dibuat di lantai dua PAUD Al-Hadi, secara bergantian, tiga orang tua murid bersama anaknya mempraktekan membacakan cerita untuk anaknya. Selayaknya PAUD, suasana penuh keakraban dan riuhnya anak-anak menjadi gambaran acara hari itu. 

Dalam kata sambutannya, Pak Zainudin menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan PAUD Al-Hadi dan menyambut positif GERNAS BAKU ini. "Karena membaca itu membuka cakrawala pikiran, dan semoga semakin banyak orang tua yang mau meluangkan waktunya buat membacakan buat buah hatinya." 

Dikesempatan yang sama Pak Sunar pun menyambut baik keberadaan dan eksistensi PAUD yang telah berdiri sejak 4 tahun yang lalu ini. Dan berharap agar PAUD Al-Hadi bisa lebih berperan ditengah-tengah masyarakat, khususnya di sekitar Taman Aries, tempat Al-Hadi berada.

Sementara itu, Pimpinan PAUD Al-Hadi, Ibu Anifah Qowiyatun, S.Sos.I menyampaikan syukur dan terimakasihnya kepada pemerintah setempat yang berkenan hadir dan mendukung kegiatan PAUD yang di pimpinnya. Berkaitan dengan GERNAS BAKU, Ibu Anifah pun menyampaikan agar setiap orang tua memanfaatkan momen bercerita atau mendongeng, sebagai moment untuk lebih akrab dengan sang anak.

Dikesempatan yang berbeda, melalui saluran telpon, Kak Seto menyambut baik dan memberi dukungan dengan kegiatan yang dilaksanakan di PAUD Al-Hadi ini. Dan beliau berharap PAUD-PAUD lain juga menggalakan GERNAS BAKU, sehingga anak-anak nantinya menjadi penerus bangsa yang bisa diandalkan, dan mampu bersaing.


So, Readers.
Ayo.... 
Siapa yang masih membacakan buku atau mengarang dongeng buat anak-anaknya? Sempatin ya, karena masa depan anak-anak tergantung bagaimana kita mendidiknya saat ini. Dan jangan lupa membaca dan membacakan ya. Membaca buat kita sendiri, untuk meluaskan wawasan. Dan membacakan cerita buat anak-anak, untuk menstimulan minat baca si kecil.

Minggu, 21 Juli 2019

CASHWAGON DUKUNG SOSIALISASI DAN EDUKASI FINTECH KEPADA MASYARAKAT PURWAKARTA




Assalamu'alaikum.

Readers,

Kita semua tau dong, bahwa perkembangan pesat dibidang teknologi merambah kesetiap sisi kehidupan manusia. Sepertinya tidak ada satu hal pun tidak merasakan imbas dari kemajuan teknologi, terutama teknolgi digital. Begitu juga dengan jasa keuangan. 

Kalau sebelumnya kita hanya mengenal jasa keuangan berupa perbankan dengan pelayanan yang manual, saat ini kita bisa menemukan bagitu banyak jasa keuangan dengan berbasis teknologi digital. Bahkan bank-bank yang tadinya melayani nasabah dengan cara konvensional, sekarang, atas nama kenyamanan nasabah, dunia perbankan pun melakukan pelayanan digital.

Readers, sayanganya pelayanan keuangan secara digital hanya dikenal di sebagian kecil wilayah Indonesia, dan sebagaian besar penggunanya adalah mereka yang tinggal diperkotaan. Padahal teknologi finansial ini akan sangat membantu buat mereka yang berada di daerah dan jauh dari pusat kota, dimana biasanya kantor-kantor jasa keuangan berada.


Readers, pada tanggal 19 Juli kemaren, bertepatan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Purwakarta, salah satu platform peer to peer lending legal di Indonesia, Cashwagon mengadakan sosialisasi dan edukasi financial technology atau Fintech kepada masyarakat Purwakarta. 

Acara yang  dilakukan di Gedung Disporaparbud Purwakarta atas prakarsa Fintek Media, Pemkab Purwakarta dan Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar terhindar dari pinjaman online yang tidak legal dan memberikan return yang tinggi, melebihi aturan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dan mengetahui perkembangan teknologi di bidang keuangan, produk-produknya, sekaligus mempraktekannya di masyarakat.

Menampilkan pembicara Luna Amirahdya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asri Anjasari dari Cashwagon, Reggy Sinagat dari PT. Unikas Indonesia Pasifik, dan Aden Budi dari Modal Antara, acara ini disambut antusias warga yang ingin tahu lebih banyak tentang perkembangan teknologi keuangan. Acara ini pun semakin ramai dengan keikut sertaan perusahanan Fintech dan keuangan seperti Ada Kita, Pasar Pinjam, Lumbung Dana, Modal Antara, Narada Asset Management dan Emergenetics Indonesia. 

Ternyata, Reader, banyak loh masalah yang terjadi pada para pelaku pinjaman online, antaranya adalah ketakutan masyarakat jika terjadi terlambat atau gagal bayar yang harus berhadapan dengan pihak ketiga. Asri Anjasari, CEO Cashwagon menyatakan, " Cashwagon masih bisa memberikan solusi terbaik jika ada peminjam yang terlambat atau gagal bayar dengan datang baik-baik kepada Cashwagon, dengan cara resturisaksi atau penambahan waktu atau pengulangan waktu pembayaran yang di sesuaikan dengan kemampuan pinjaman, atau jika terkena PHK, kematian akan ada cover asuransi tapi tentu dengan syarat ketentuan yang berlaku."

Cashwagon menginginkan masyarakat di seluruh Indonesia dapat meningkatkan keuangan agar bisa hidup lebih sejahtera, karena dengan akses teknologi yang semakin canggih dan cepat dapat mempermudah siapapun mengakses platform Cashwagon. Karena di Cashwagon kita bisa meminjam dana, atau menambah pasif income dengan mendaftar sebagai leader atau pendana. Dan semua pendaftaran bisa dilakukan online melalui website Cashwagon. "Karena uang yang bekerja untuk anda, bukan anda yang bekerja untuk uang," tandas Asri Anjasari.

Tentang Cashwagon
PT.Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah perusahaan Financial Technology (Fintech) penyedia layanan pinjaman berbasis teknologi informasi.Platform Peer to Peer (P2P) Lending ini mempertemukan pemberi pinjaman dana dengan peminjam dana yang belum tersentuh oleh Bank secara online dengan berorientasi sosial dengan layanan keuangan yang transparan dan fleksibel yang berguna untuk masyarakat luas .Cashwagon termasuk dalam Fintech pinjaman online legal sudah terdaftar dan di awasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan disertifikasi ISO 27001 oleh lembaga standar Inggris dengan layanan keamanan informasi sudah  memenuhi standar Internasional memanfaatkan A.I, big data, credit scoring dan automasi memberikan sistem yang sangat efisien agar masyarakat dapat dengan mudah, cepat mendapatkan pinjaman atau pendapatan tambahan hingga 24%.




Informasi lebih lanjut PT.Kaswagon Indonesia (Cashwagon)
Website :
P.+622130056457


Office : Oleos 2 Building, JL.Kebagusan, Jakarta Selatan 12520 (9.00 AM-6.00 P.M)

KOBOY KAMPUS - Review



Pidi Baiq kembali menorehkan karyanya, kali ini lewat film Koboy Kampus yang mengambil seting keresahan masyarakat lewat kacamata sekelompok mahasiswa di Bandung ditahun 1998. Kalau di dua film Dilan, Pidi Baiq malu-malu menyatakan Dilan adalah sebagian dirinya, di Koboy Kampus berbeda. Bahkan tokoh utama pun dirinya sendiri, Pidi Baiq.

Aku terkesan dengan tokoh-tokoh dan suasana yang dibangun difilm ini. Menonton film ini aku seakan melakukan kesepakatan untuk masuk kedunia ‘gila’ seorang Pidi Baiq dan kelompoknya yang sebenarnya ga penting. Begitu juga dengan karakter setiap tokoh. Slogan yang biasa kita dengar adalah ‘berbeda tapi tetap satu’, sementara di film Koboy Kampus seperti ada slogan ‘biar bersatu kita tetap beda.’ 

Film ini menjadi komedi musikal dengan beberapa lagu yang terkesan diciptakan seketika oleh Pidi yang diperankan oleh Jason Ranti, ditengah sebuah adegan. Jadi seperti interupsi yang mengagetkan. Pidi yang mendeklarasikan Republik Panas Dalam dan menyatakan sebagai pemimpin besar Republik Panas Dalam terkesan lebih kalem dan tenang. Berbeda dengan karakter pemimpin geng yang biasa digambarkan difilm-film yang kasar, arogan dan bossy.

Berdua bersama Tubagus Deddy sebagai sutradara, Pidi Baiq menghadirkan nostalgia ditahun menjelang reformasi tersebut. Sayangnya ada istilah yang pada jaman itu belum ada, tapi dipakai oleh pemaian dan terjadi pengulangan, dan beberapa adegan yang terkesan jumping. Lucu dan menghibur itu pasti, sayangnya plotnya mengalir berat, jadi terasa lambat. Tidak ada konflik berarti yang harus diselesaikan, karena konfliknya adalah keresahan masyarakat ditahun 1998 yang diwakili Pidi dan kawan-kawannya, turunnya presiden Suharto dari kursi kepresidenan dan suksesi besar-besaran. Turunnya Suharto menjadi alasan tidak diteruskannya negara Republik The Panas Dalam. Sudah itu aja.

Yah...mungkin ini cara seorang Pidi Baiq mengambil peran dalam proses reformasi, saat mahasiswa turun kejalan menyuarakan pergantian tambuk kekuasaan tertinggi, sementara Pidi dan teman-temannya memilih keluar dari NKRI dan mendirikan negara sendiri di dalam ruang pamer di salah satu ruang belajar di ITB. Akhirnya penggarapan film ini berasa penggarapan film Dilan. Dilan versi lebih dewasa. 

Memilih memakai yellow heat pada lampu memberi kesan lampau yang cukup menarik sih buat konsumsi visualnya. Pesan kebangsaan yang jelas dan kental dibalik slengeannya film ini.

By the way…cukup menghibur lah ini film. Dengan isi lebih dalam cinta Indonesia dan NKRI harga mati. 

Aku rasa 7/10 skor cukup ya.
 




Uka Uka The Movie Nini Tulang - Review

Program tv yang berdasarkan kejadian nyata, interaksi alam gaib dan manusia memang memiliki penggemarnya tersendiri. Meski beberapa orang mencemooh program tv semacam ini karena tidak
percaya, toh beberapa waktu lalu program tv bernuansa horror ini sempat menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu penontonnya.

Berbagai tempat angker didatangin dan orang-orang yang penasaran menguji nyalinya dengan ikutan menjadi peserta uji nyali. Ntah beneran, ntah setingan yang pasti beberapa penonton terbawa aroma
mistis dan rasa serem menonton acara tv ini, tapi ketagihan.

Uka Uka : Nini Tulang film yang berlatarkan program tv semacam ini dengan para penontonnya yang setia. Hingga seorang mahasiswi, Shelly yang berpikir realistis dan tidak mempercayai adanya alam gaib memutuskan untuk ikut program ini.

Film dibuka dengan cerita asal usul Nini Tulang yang menjadi penghuni di hutan Alas Moyang, Jawa Barat. Kemudian disusul adegan seorang pemuda yang berlari ketakutan dan kemudian terjatuh kesandung potongan kaki. Ada larangan menyebut kata tulang didalam hutan Alas Moyang. Dan dihutan ini dan Nini Tulang menjadi target Uka Uka. Di episode ini pula Shelly menantang tim Uka Uka yang dianggapnya program yang penuh rekayasa untuk sekedar menakut-nakuti penonton.

Sebuah cerita yang melegenda, biasanya kejadiannya itu sudah lama banget. Sampai kita tidak tau tepatnya dari mana cerita berasal. Sementara pada film ini Nini Tulang yang dianggap legenda, kalau dilihat di awal film, kejadian matinya Nini Tulang tidak terlalu lama dan dengan sebab aneh.

Peristiwa medis yang menyebabkan matinya Nini Tulang, digambarkan terlalu modern untuk menceritakan masa lalu yang kemudian menjadi sebuah cerita dikalangan masyarakat dan ditakutin. Dan kejadian medisnya pun bisa disebut mall praktek. Dan tidak ada pengusutan kenapa kaki Nini Tulang harus dipotong dengan cara sadis begitu? 

Cerita film ini dibuat dan dieksekusi sekenanya. Terkesan ‘asal ada produksi’ aja, untuk menjaga eksistensi. Begitu juga pemainnya, seperti kurang reading atau latihan. Kenapa juga harus curi-curi kamera. Terutama pemain utama prianya, Gusti Reyhan Gibayus, yang bermain sekedar menyampaikan isi skrip.

Film ini terselamatkan dengan tingkah lucu Reza Aditya, sementara suasana serem dibangun dari audio yang dikeraskan. Bukan seram sih ya, tapi lebih ke tegang. 

Untuk semua itu, aku mau kasih 5/10 buat film ini deh.





Directed by Ubay Fox

Writing by Daniel & Evelyn Afnilia

Story by Harris Cinnamon

Cast : Stefhani Zamora Husen, Yoriko Angeline, Gusti Rayhan,

Line Producer by Deliana R Ardisasmita, Debo Andryos, Reza Aditya, Torro Morgens, Ricky Perdana, Volland Volt, Harris Cinamon, Zulfa Maharani, Katrina, Saphira Indah, Yudha Keling, Arya Cebol, Mini Sagita

Executive Producer by Ody Mulya Hidayat

Photo by Ripoel Hidayatullah

Editing by Firdauzi Trizkiyanto & Audi Vandira