Selasa, 10 Mei 2011

GELISAH MALAM

Aku menapak jalan
Bertabur merahnya kelopak mawar
Genit kerling bintang
Langkah ku bertabur aroma
Mawar merah menghias hati
Gaun malam ku terasa lembut
Langkah gemulaiku mengundangmu

Kemarilah kekasih
Jangan biarkan malam gelisah
Menunggu seribu cinta kita
Bertebar bersama hembusan nafas
Ayolah cintaku
Aku menunggumu diranjang cinta
Menanti rangkuh mesramu
Menanti kulum bibirmu yang rakus
Hingga desahku meninggi
Mari kita isi gelisah mala mini


Batas kota, 7 mei 2011
Amanda Nasution

S E R U N I

Seruni menari dibibir pantai
Bibirnya merapal sepenggal syair
Sebentar terdengar halus
Sebentar terasa menyentak
Matanya redup dan garang
Hatinya terbakar amarah
Yang memerah padamkan jasad gaunnya

Seruni bernyanyi riang
Tangannya mengepal kursi empuk
Dan kakinya di atas ambal Persia
Bicara lantang tentang indahnya dunia
Nikmatnya coklat panas dicangkir emas

Seruni bergerak gemulai
Jari lentiknya melenting kemilau
Cahayanya menyambar mata buta
Membuat tanda pada selembar kertas
Dan rupiah pun menghampiri
Tak berkutik sang rajawali
Terhujani lembar merah berharga
Diatas air mata pemilik tanah

Seruni tertawa renyah
Hingga peyek pun kalah renyah
Mengerti belenggu akan mampu ditepis
Hujan hujad hanya pujian terselubung
Karena jari lentiknya telah berbicara

Tak ada daya menghalau
Bias indah jemari lentik seruni
Memukau mat dan hati
Pasrah dan tersenyumlah
Hingga seruni benar terlepas


Amanda Nasution
Banjarbaru, 28 April 2011