Rabu, 30 Mei 2018

FILM LOVE REBORN : Komik, Musik & Kisah masa lalu


Film bergenre Komedi-Drama persembahan  rumah produksi Darihati Films, LOVE REBORN bercerita tentang masa lalu, musik dan komik.

Drama remaja yang diwarnai dengan ambisi, emosi dengan ornamen komedi yang ditata apik, sehingga unsur komedi pada film ini menambah warna dan rasa. Ditambah dengan variatifnya angel gambar yang disajikan pada porsi-porsi tertentu dan cukup.

Love Reborn memadukan cerita seorang pembuat komik, kehidupan anak kampus dan pemusik indie. Di awali dengan perebutan tempat untuk event dikampus, yang merambat ke kehidupan pribadi dan keluarga Kirei, yang diperankan oleh Nadya Arina dan Bagus, yang diperankan oleh Ardit Erwandha.

Kirei membuat komik on line sebagai penyaluran hobi, sekaligus membantu ibunya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, setelah ditinggal ayahnya pada saat ulang tahunnya yang ke 17. Sementara Bagus melampiaskan sedihnya setelah ditinggal meninggal ibunya, dan merasa diacuhkan oleh ayahnya dengan membentuk band indie.

Ada cerita masa lalu antara ibunya Kirei, yang di perankan oleh Ira Wibowo, dengan Bapaknya Bagus, di perankan oleh Donny Damara, yang membuatBagas dan Kirei mengabaikan perselisihan diantara mereka, dan berusaha
memecahkan teka teki antara ibunya Kirei dan bapaknya Bagus.
Lukisan indahnya alam Bogor menjadi sebagian setting film ini. 500 Komunitas Cosplay membuat film ini berbeda.
Jadi penasaran, apa sih teka teki antara orang tua Kirei dan Bagus? Bisa akur ga Kerei dan Bagus? Terus, gimana jadinya hubungan Bagus dengan ayahnya ya?

Love Reborn mulai tayang 31 Mei 2018 di seluruh bioskop di Indonesia.




Sutradara           : Jay Sukmo


Skenario            : Bagus Bramanti dan Gea Rexy

Produser            : Johansyah Jumberan


OST                  : Akad by Payung Teduh

                            Flowers by Benny Tophot


Penata Musik   : Kevin Aprilio dan Jeffrey Stefanus

Pemain            : Ardit Erwandha, Nadya Arina, Chand Kelvin, Ira Wibowo, Donny Damara, Rani Ramadhani, Indra Jegel, Jui Purwanto, Mohammad Istiqamah Djamat, Faye Nichole, Henki Solaiman, Yudha Keling, epy Kusnandar dan Enci Bagus

Rabu, 23 Mei 2018

Selembar Itu Berarti (film)



SELEMBAR ITU BERARTI, sebuah film yang merupakan karya sineas Medan, Dedy Arliansyah Siregar merangkap begitu banyak posisi di film ini, membuatnya memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesi atau MURI. 

Menjadi penulis skenario, sutradara, penata kamera, penata artistik sampai casting pemain di lakukan sendiri oleh Deddy, membuat film ini "Deddy Arliansyah" sekali.

Mengambil lokasi shooting di beberapa daerah di Sumater Utara, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Langkat Bedagai, film yang menceritakan perjuangan dua orang kakak beradik, Putri dan Diaz, berjuang untuk dapat terus bersekolah, walau kedua orang tuan mereka meninggal.  

Demi untuk tetap bisa bersekolah, Putri dan Diaz memanfaatkan kertas yang diambil dari buku-buku tulis yang dibuang ditempat sampah. Tapi ternyata hidup tidak hanya bicara tentang sekolah. Tapi ada banyak hal yang harus dipenuhi untuk meneruskan kehidupan.

Tidak ada sanak saudara yang membimbing dan membantu, mampukah Putri dan Diaz mewujudkan mimpinya menjadi Presiden? Apa saja upaya yang dilakukan Putri dan Diaz agar tetap bisa bersekolah? Sungguh, semangat mereka untuk tetap bersekolah sangat luar biasa. 




Di garap dengan sangat sederhana, film ini memotret salah satu sisi kelam dunia pendidikan tanah air, dan memuat pesan moral yang sangat banyak tentang kehidupan.

Hal unik dari film ini adalah, telah di tonton oleh 3000 penonton sebelum akhirnya tayang di jaringan bioskop nasional. Ini membuat film Selembar Itu Berarti di anugerahi Rekor Muri ke dua, untuk film yang di tonton 3000 orang sebelum di tayangkan di bioskop.

Sayangnya, film yang diperuntukan untuk semua umur ini ditayangkan dengan jumlah layar yang sangat terbatas.


  

Produser       : Deddy Arliansyah Siregar
Sutradara      : Deddy Arliansyah Siregar
Skenario       : Deddy Arliansyah Siregar
Soundtrack   : Deddy Arliansyah Siregar
Produksi       : Mora Heart Production
Pemain        : Putri Dalilah Siagian, Raihan F Valendiaz Yessica T Simanjuntak, Ratu Rizka Apriani,  
                      Cut Indah Rizky, Anwar Fuadi, Raslina Rasyidin dan Jay Wijayanto.

Minggu, 20 Mei 2018

FILM - THE GIFT 2018




KISAH SEBUAH PENGORBANAN YANG LUAR BIASA

Dengan menyertakan komunitas "BIOSKOP BERBISIK" THE GIFT  menggelar press screening sebagai rangkaian dari Gala Premiere yang di gelar di Epicenterum XXI, 19 Juni 2018.

Film bergenre drama ini menjadi salah satu karya jujur seorang Hunung Bramantyo sebagai sutradara. Berkisah tentang kehidupan yang di warnai cinta sejati, sekaligus memberi makna pada kehidupan.

Tania (Ayushita), seorang novelis yang merasa terganggu dengan kebiasaan Harun (Reza Rahardian) mendengar musik dengan volume suara yang sangat keras. Tania tidak mengetahui kalau Harun adalah penyandang disabilitas, tuna netra. Tania menyewa paviliun Harun untuk menyelesaikan novelnya.

Karena kondisi fisiknya ini Harun memilih menutup diri  dari dunia luar, hanya di temanin pelayan-pelayannya saja.


Tania pun merupakan pribadi yang sangat tertutup. memiliki teman yang sangat terbatas, namun setia mengisi hari-harinya. Sebuah kebiasaannya membuat Tania di juluki Gadis Lemari oleh Ari (Dion Wiyoko), yang merupakan sahabatnya dari masa kanak-kanak.

Merasa memiliki kesamaan, membuat Tania dan Harun merasa dekat dan kemudian tumbuh rasa cinta. Tanpa di sadari Harun memulai membuka diri. Namun cinta tak selalu indah, berbagai kejadian membawa cerita ini ke sebuah pengorbanan atas nama cinta sejati.

Mengambil set di kawasan Yogyakarta, Kaliurang, dan Basilica - Santa Maria Del Flore, Katredal di FIrenze - Italia, film ini memiliki plot yang menarik, membuat kita menebak setiap adegan akan dibawa kemana. Dan Sutradara pun tidak ingin memenuhi keinginan penonton untuk menonton sekedar menonton, dan menjadikan visual apa yang ada di imajinasi penonton. Film ini mengajak kita ikut berimajinasi menjajaki scene demi scene.

Yang menarik, soundtrack film ini di nyanyikan oleh Reza Rahardian dan Yura Yunita dengan lagu berjudul "Pekat".




Sutradara        : Hanung Bramantyo
Skenario         : Ifan Ismail
Ide Cerita       : Anirudya Mitra
Produser         : Anirudya Mitra
Produksi         : Seven Sanday Films
Pemain           : Ayushita Nugraha, Reza Rahardian, Dion Wiyoko, Christine Hakim, 
                         Romaria Simbolon, Anisa Hertami, Renaldy Zulkarnaen, Roekman Rosadi, Tuminten